Rabu, 09 November 2011

peri kecilku


Sengaja hari ini aku tulis coretan tentang diriku sendiri. Tidak seperti biasannya artikel2ku kali ini berbicara tentang plat hitamku alias keluargaku. Ini berbeda dari artikelku yang sebelumnya yang berisi hiruk pikuk negeri ini. Negeri yang sekian lama menangung banyak beban permasalahan yang tak kunjung padam. Begitu pula aku, bersama belahan jiwaku kami harus berjuang dan bertahan walau berat. Tak terasa perjalanan itu menginjak tahun ke lima tepatnya 26 juni . Kebahagian kami terasa lengkap, karena ada bidari kecilku disana sebut saja dia KEYSHA.
                Nama itu bukan sekedarlah nama yang tanpa arti, butuh waktu untuk menelusuri waktu yang tlah kulewati. Sengaja kuberi nama itu bukan mendompleng nama seorang artis atau ikut-ikutan. Benar tanpa kusadari nama itu pure buah pikiranku sendiri. Hasil cintaku bersama belahan jiwa, begitu berwarna karena nama itu punya arti bagiku. Keysha, berasal dari kata Key-kunci (inggris) Sha/She=dia perempuan, zidni Aska(arab)=berikanku kesucian. Jadi kuingin dari kedatangannya menjadikanku semakin mendekatkan diri walau bukan seorang kyai. Bidadari kecilku merupakan bentuk kesucian cinta. Atas nama cinta kuingin membangun istana yang sakinah mawadah warohmah.
                Nama itu punya arti bagiku, seorang calon ayah yang ingin memperbaiki  diri sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap Allah. Peri kecilku kini telah tumbuh besar tanpa terasa sudah dibangku TK. Suatu hari terdengar darimulutnya yang mungil doa-doa iklasnya. “ya Allah semoga orangtuaku bisa haji”. Entah darimana kata-kata itu didapat….seketika akupun terharu kalimatnya menginggatkanku akan rumah Allah. Sekilas harapan itu tidak mungkin, tapi siapa tahu Allah mengijinkannya karena mendengarkan doanya.
                Dari itu semangatku bekerja bertambah, serta membulatkan tekatku tuk pergi kesana. Akupun makin sayang padanya. Besar harapanku terhadapnya semoga peri kecilku tumbuh menjadi manusia yang sholehah, berbakti pada orang tua serta harapan2 lainnya yang tak bisa kuungkapkan. Amien…