Sengaja hari ini
aku tulis coretan tentang diriku sendiri. Tidak seperti biasannya artikel2ku
kali ini berbicara tentang plat hitamku alias keluargaku. Ini berbeda dari
artikelku yang sebelumnya yang berisi hiruk pikuk negeri ini. Negeri yang
sekian lama menangung banyak beban permasalahan yang tak kunjung padam. Begitu
pula aku, bersama belahan jiwaku kami harus berjuang dan bertahan walau berat.
Tak terasa perjalanan itu menginjak tahun ke lima tepatnya 26 juni . Kebahagian
kami terasa lengkap, karena ada bidari kecilku disana sebut saja dia KEYSHA.
Nama
itu bukan sekedarlah nama yang tanpa arti, butuh waktu untuk menelusuri waktu
yang tlah kulewati. Sengaja kuberi nama itu bukan mendompleng nama seorang
artis atau ikut-ikutan. Benar tanpa kusadari nama itu pure buah pikiranku sendiri. Hasil cintaku bersama belahan jiwa, begitu
berwarna karena nama itu punya arti bagiku. Keysha, berasal dari kata Key-kunci
(inggris) Sha/She=dia perempuan, zidni Aska(arab)=berikanku kesucian. Jadi
kuingin dari kedatangannya menjadikanku semakin mendekatkan diri walau bukan
seorang kyai. Bidadari kecilku merupakan bentuk kesucian cinta. Atas nama cinta
kuingin membangun istana yang sakinah mawadah warohmah.
Nama
itu punya arti bagiku, seorang calon ayah yang ingin memperbaiki diri sebagai bentuk tanggung jawabnya
terhadap Allah. Peri kecilku kini telah tumbuh besar tanpa terasa sudah
dibangku TK. Suatu hari terdengar darimulutnya yang mungil doa-doa iklasnya.
“ya Allah semoga orangtuaku bisa haji”. Entah darimana kata-kata itu
didapat….seketika akupun terharu kalimatnya menginggatkanku akan rumah Allah.
Sekilas harapan itu tidak mungkin, tapi siapa tahu Allah mengijinkannya karena
mendengarkan doanya.
Dari
itu semangatku bekerja bertambah, serta membulatkan tekatku tuk pergi kesana.
Akupun makin sayang padanya. Besar harapanku terhadapnya semoga peri kecilku
tumbuh menjadi manusia yang sholehah, berbakti pada orang tua serta harapan2
lainnya yang tak bisa kuungkapkan. Amien…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar